Senin, 25 Mei 2015

Ekonomi & UKM

Pekan Depan, Freeport dan Petro Kimia Gresik Teken Kontrak Kerjasama Sewa Lahan Smelter

  • PDF
JAKARTA, PedomanNEWS - PT Freeport Indonesia dan PT Petrokimia akan menandatangani kontrak kerjasama penyewaan lahan di Gresik, Jawa Timur pada pekan . Lahan tersebut merupakan lokasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) yang akan dibangun Freeport Indonesia. 
 
"Hasil kunjungan saya dan pak Menteri ESDM, pekan ini mereka (Freeport-Petrokimia) tandatangan kontrak," kata Ketua Tim Nasional Percepatan Pembangunan Smelter Kementerian ESDM Said Didu di Jakarta, Senin (23/03). 
Add a comment

Ekspor Migas, Tambang dan Industri Melemah, Mendag: Sektor Pertanian menjadi Unggulan

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengakui ekspor komoditas di sektor migas, pertambangan, dan industri mengalami pelemahan. Namun, ekspor pertanian justru mengalami peningkatan 2,4 persen pada Januari-Februari 2015.
 
"Ekspor sektor pertanian pada Januari-Februari 2015 menunjukkan kenaikan 2,4 persen years on years menjadi US$0,9 miliar," ujar Gobel di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (17/3).
 
Lebih lanjut Gobel menjelaskan, sektor pertanian yang naik signifikan antara lain kopi, teh, dan rempah-rempah yaitu 41,9 persen, bahan-bahan nabati naik 84,1 persen, serta pohon hidup dan bunga potong naik 16,0 persen.
 
"Sektor pertanian masih menjadi unggulan ekspor di tengah melemahnya  ekspor sektor lainnya," pungkasnya.
 
Untuk diketahui, total ekspor Februari 2015 mencapai US$12,3 miliar atau turun 16,0 persen. Sedangkan impornya mencapai US$11,6 miliar atau turun 16,2 persen year on year (y o y). Dengan demikian, lanjut Gobel, terjadi surplus sebesar US$738,3 juta.
 
"Neraca perdagangan bulan Februari 2015 mencatat surplus di tengah pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat," ujarnya.
 
Menurutnya, surplus perdagangan bulan Februari 2015 didorong oleh neraca perdagangan nonmigas Februari 2015 yang surplus US$564,2 juta dan neraca migas dengan surplus US$174,1 juta.
 
Meskipun ekspor nonmigas turun selama Januari-Februari 2015, lanjut Gobel, ekspor ke beberapa negara meningkat. Di awal 2015, ekspor nonmigas ke Swiss, Pakistan, dan Taiwan naik signifikan. Penguatan ekspor juga terjadi ke negara mitra utama seperti India, Malaysia, dan Vietnam. Namun demikian, pelemahan ekspor bukan hanya dialami oleh Indonesia tetapi juga dialami beberapa negara mitra dagang utama seperti Brasil yang turun 19,3 persen dan India turun 13 persen.
 
Sunandar
 
Add a comment

Pemerintah Minta Pertamina Masuk Proses Transisi Pengelolaan Blok Mahakam

  • PDF
JAKARTA, PedomanNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menginginkan PT Pertamina (Persero) segera masuk dalam proses masa transisi pengelolaan Blok Mahakam yang akan berakhir pada 2017.
 
"Saya mempunyai keyakinan transisi akan smooth. PSC baru setelah PSC lama habis. Jadi mungkin Pertamina bisa segera masuk pada proses transisi," ujar Sudirman di Jakarta, Selasa (17/3).
Add a comment

Pasar Batu Mulia Indonesia Masih Didominasi Luar Negeri

  • PDF
ilustrasi
JAKARTA, PedomanNEWS - Batu mulia atau batu akik kini menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia, baik masyakarat kalangan bawah, menengah maupun kalangan atas. Ragam jenis dan harga batu mulia banyak didapatkan dari daerah-daerah. Kendati batu mulia tersebut banyak didapatkan dari masing-masing daerah, namun sebagian besar masih berasal dari luar negeri?
 
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) R. Sukhyar mengatakan, saat ini batu mulia yang tersebar dipasar hanya 10 persen yang berasal dari perut bumi Indonesia.
 
"Di pasar lokal, saat ini batu mulia asal Indonesia hanya memiliki pangsa 5-10 persen," kata Sukhyar, Senin (16/3).
 
Sukhyar, yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM tersebut menambahkan, batu mulia yang berserakan di pasar Indonesia sebagian besar berasal dari China, India, Myanmar, Srilanka, Mozambik, Taiwan, dan sebagainya.
 
"Batu mulia  di pasaran masih didominasi oleh batu mulia dari luar negeri," tuturnya.
 
Dikatakannya, hampir di seluruh provinsi wilayah nusantara ditemukan batu mulia dengan variasi yang berbeda tergantung peristiwa geologis yang terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, secara universal batu mulia telah menjadi simbol kekayaan, status dan kekuasaan disamping simbol keagamaan dan pergaulan.
 
Berikut jenis-jenis batu mulia
 
Batumulia dikelompokan dalam dua katagori, batu mulia (precious stones) dan semi batumulia (semi-precious stones).Batumulia (Precious stones) berupa Intan (Diamond), Safir (Saphire), Ruby (Rubbies), dan Jamrud (Emeralds)
 
Sedangkan semi Batumulia (Semi Precious stones) berupa, Akik (agate-chalcedony), Kecubung (amethyst), Kuarsa (Quartzs), Jaspis (Jasper), Krisopras (Chrysoprase), Krisokola (Chrysocolla), Giok (Jade), Opal (Opals), Malakit (Malachite), Rodokrosit (Rhodochrosite), Rodonite (Rhodonite), Peridotit (Peridotite), Obsidian, Tektit, Kayu terkersikan (Silicified wood).
 
Sunandar
Add a comment

Persada Sokka Tama Bekerjasama Dengan LM FEUI untuk Restrukturisasi Manajemen

  • PDF
JAKARTA, PedomanNEWS - PT Persada Sokka Tama bekerjasama dengan Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk melakukan restrukturisasi manajemen perusahaan. 
 
Restrukturisasi manajemen Persada Sokka Tama berkaitan dengan akan dilakukannya penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di akhir 2015. 
Add a comment

Harga Premium Naik Rp200/liter per 1 Maret

  • PDF
JAKARTA, PedomanNEWS - Pemerintah terus mengikuti secara seksama dinamika mutakhir harga minyak dunia dan perekonomian nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015, kalau dilihat perkembangan harga minyak yang terjadi seharusnya Harga Jual Eceran BBM secara umum perlu dinaikkan. 
 
Kepala Pusat Komunikasi Publik (Puskom) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Saleh Abduraahman mengatakan, demi untuk kestabilan perekonomian nasional, Pemerintah memutuskan bahwa harga BBM Minyak Solar subsidi serta Minyak Tanah, per tanggal 1 Maret 2015, dinyatakan tetap. 
 
Sedangkan untuk Bensin Premium RON 88 di wilayah penugasan Luar Jawa-Madura-Bali yang sebelumnya Rp. 6.600/liter naik menjadi Rp. 6.800/liter. Rinciannya sebagai berikut:
 
1. Minyak tanah : Rp. 2.500/liter (termasuk PPN),
 
2. Minyak solar : Rp. 6.400/liter (termasuk PPN dan PBBKB),
 
3. Bensin Premium RON 88 : Rp. 6.800/liter (termasuk PPN dan PBBKB).
 
"Keputusan tersebut diambil atas pertimbangan beberapa aspek, antara lain untuk menjaga kestabilan sosial ekonomi pengelolaan harga dan logistik (sepanjang perbedaan harga masih belum signifikan), harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi, ketidakstabilan harga terkait pertentangan pelaku pasar minyak dalam menyikapi konflik di Libia dan masih tingginya produksi shale oil di Amerika serta kondisi masih lesunya perekonomian global," ujar Saleh melalui keterangan pers, Sabtu (28/2). 
 
Menurutnya, rata-rata harga indeks pasar minyak solar (MOPS Gasoil) sepanjang bulan Februari mengalami kenaikan pada kisaran $ 62-74 per barel, sementara MOPS Premium mengalami kenaikan pada kisaran $ 55-70 per barel.
 
Kenaikan MOPS sepanjang bulan Februari sebenarnya cukup signifikan. Namun, Pemerintah tidak menaikkan harga solar dan hanya menaikkan harga jual eceran bensin Premium RON 88 di wilayah penugasan Luar Jawa-Madura-Bali sebesar Rp200/liter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mempertimbangkan seleisih harga sepanjang bulan Februari.
 
Untuk menjaga akuntabilitas publik, auditor pemerintah maupun Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dilibatkan. Audit itu mencakup realisasi volume pendistribusian jenis BBM tertentu, penugasan khusus, besaran harga dasar, biaya penugasan pada periode yang telah ditetapkan, besaran subsidi, hingga pemanfaatan selisih-lebih dari harga jual eceran.
 
Sunandar
Add a comment

Pertamina PHU-kan Pangkalan Elpiji Nakal

  • PDF
JAKARTA, PedomanNEWS - Pertamina Jawa Bagian Barat terus melakukan monitoring ketat distribusi Elpiji 3 Kg ke masyarakat. Melalui SIMOL3K (Sistem Monitoring Distribusi Elpiji 3 Kg), Pertamina dapat memastikan bahwa distribusi Elpiji 3 Kg dari Pertamina ke Agen dan Pangkalan berjalan normal dan tidak ada kendala pasokan. 
 
External Relation Pertamina Pemasaran Jawa Bagian Barat, Milla Suciyani mengatakan, menindaklanjuti keluhan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh Elpiji 3 Kg, tim Pertamina telah melakukan pengecekan ke lapangan. 
 
"Dari pengecekan di daerah Bogor ditemukan pangkalan-pangkalan yang masih menyimpan tabung isi dan tidak mendistribusikannya ke masyarakat. Hal ini mengindikasikan adanya upaya penimbunan di pangkalan. Pertamina memberikan sanksi tegas kepada pangkalan ini berupa Pemutusan Hubungan Usaha (PHU)," ujar Milla melalui keterangan pers, Jakarta, Selasa (24/2).
 
Saat ini, lanjut Milla, Pertamina terus melakukan pemantauan di lapangan. 4 pangkalan lain di area Bogor dan Cibinong saat ini tengah dalam monitoring dan apabila terbukti melakukan penahanan distribusi elpiji 3 Kg maka akan dikenakan sanksi PHU melalui Agennya.
 
"Untuk pengawasan distribusi Elpiji 3Kg diluar Agen dan Pangkalan resmi, Pertamina bekerja sama dengan Pemda, Hiswana dan pihak Kepolisian karena sesuai Peraturan Menteri ESDM No.26/2009 pengawasan diluar agen dan pangkalan merupakan tanggung jawab bersama," pungkasnya.
 
Sunandar
Add a comment

Pertamina Tak Naikkan Harga Elpiji 3Kg, Tapi Awasi Agen dan Pangkalan

  • PDF
ilustrasi
JAKARTA, PedomanNEWS - PT Pertamina (Persero) menyatakan tidak ada rencana penaikan harga gas elpiji 3 kilo gram d alam waktu dekat ini.
 
Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, penetapan harga di tingkat agen ditentukan oleh Pertamina. Adapun ditingkat paangkalan, penetapan harga elpiji 3 kg ditentukan oleh pemerintah daerah dalam bentuk HET.
 
"Kalau agen dan pangkalan naik atau menaikkan harga, langsung kami skors," ujar Bambang di Jakarta, Selasa 924/2).
 
Menurutnya, perseroan sudah menyalurkan elpiji 3 kg sesuai dengan kuota baru yang sudah naik dari sebelumnya. Bahkan, ditambah jika ada potensi kosong melalui operasi pasar, namun masih saja ada permainan penimbunan agar harga dapat naik.
 
"Belum lagi kemungkinan tindakan ilegal lainnya. Karena ini barang subsidi, kami inginnya agar pemerintah mengatur hanya kepada yang berhak saja, syukur-syukur jika subsidinya diberikan secara tetap/fix misal, Rp2.000 per Kg seperti Solar yang diberikan Rp1.000 per kg," tuturnya.
 
Dia menegaskan, perseroan bakal menggelontorkan berapapun volume elpiji yang dibutuhkan agar tidak terjadi keksongan.
 
"Operasi pasar akan kami galakkan," pungkasnya.
 
Sunandar
Add a comment

Pemerintah Diminta Tegas Awasi Penyaluran Elpiji 3Kg

  • PDF
ilustrasi
JAKARTA, PedomanNEWS - Pemerintah diminta mengawasi secara ketat terhadap penyaluran elpiji 3 kilo gram agar tepat sasaran dna tidak liar. Bahkan, bila perlu ada diatur dengan aturan yang tega.
 
Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, selama ini aturan terkait distribusi elpiji 3 kg tidak tegas sehingga pemerintah terkesan tidak berdaya disaat elpiji subsidi 3 kg boleh dinikmati siapa saja. Hal ini sebagai penyebab kelangkaan elpiji 3 kg disejumlah wilayah.
 
"Sebagai produk bersubsidi, pendistribusian elpiji tabung 3kg, seharusnya diatur dengan aturan yang tegas tidak abu-abu. Serta diawasi pelaksanaannya secara ketat oleh Pemerintah," kata dia, di Jakarta, Selasa (24/2).
 
Lebih lanjut Sofyano mengemukakan, pengawasan distribusi elpiji 3kg pada dasarnya sudah diatur dan ditetapkan dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM No.17/2011. Namun faktanya, mereka sebagai pengemban amanah nyaris tidak melakukan fungsi dan peranannya. 
 
"Seharusnya ini jadi Perhatian Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM untuk mengevaluasi keberadaan Peraturan yang mereka buat," kata dia.
 
Bahkan, lanjut Sofyano, aturan tersebut cenderung dilanggar sendiri oleh Pemerintah dengan uji coba pemakaian elpiji 3 kg untuk nelayan. "Tak heran jika kemudian golongan mampu ramai-ramai ikut mengonsumsi elpiji yang seharusnya hanya boleh dikonsumsi oleh golongan kurang mampu," tuturnya.
 
Disisi lain, pemerintah juga harus mengkaji ulang kebijakan besaran subsidi elpiji 3kg. Besaran Subsidi elpiji 3kg, sejak tahun 2007, sejak pertama program konversi diluncurkan belum pernah terkoreksi. Pemerintah harusnya bersikap rasional terhadap besaran subsidi agar masalah subsidi elpiji tidak menjadi momok akibat fluktuasi harga minyak dunia. 
 
"Pemerintah harus memberi subsidi tetap terhadap elpiji 3kg seperti halnya yang diterapkan untuk subsidi solar," jelasnya.
 
Dikatakannya, subsidi harga elpiji 3 kg lebih besar dari harga yang dibayar oleh masyarakat, itu dapat diartikan bukan sebagai subsidi. Logikanya, subsidi tidak lebih besar dari harga yang dibayar masyarakat. "Ini harusnya jadi pemikiran dasar bagi pemerintah dalam menentukan besaran subsidi," ungkapnya. 
 
Diaa mencontohkan, jika harga keekonomian elpiji saat ini sekitar Rp10.500 per kg dan harga eceran tertinggi (HET) adalah Rp4.250 per kg. Pemerintah mensubsidi sebesar Rp6.250 per kg.
 
"Ini artinya subsidi lebih besar dari harga beli masyarakat. Selama masyarakat membeli elpiji 3 kg, melebihi dari HET yang ditetapkan Pemerintah. Ini bisa dipahami bahwa masyarakat mampu membeli elpiji 3kg melebihi harga subsidi pemerintah," kata dia. 
 
Hal ini , lanjut dia, seharusnya bisa jadi pertimbangan bagi pemerintah bahwa tidaklah menjadi persoalan jika Pemerintah mengkoreksi harga jual elpiji 3kg. Sepanjang nantinya mampu menetapkan HET yang berlaku sama diseluruh Pangkalan atau SUB Agen elpiji. "Untuk mewujudkan ini , maka pemerintah daerah harus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh Pangkalan dan sub agen. Tetapi Pembinaannya harus permanent dan berkelanjutan," katanya.
 
Disamping itu, lanjutnya, pemerintah bisa juga menugaskan SPBU Pertamina diseluruh Indonesia dan juga lembaga lembaga retail berkewajiban menjual elpiji tidak boleh menyimpang dari HET yang ditetapkan pemerintah. "Subsidi elpiji 3kg bisa menjadi ancaman bagi keuangan pemerintah sepanjang tidak berupaya mengurangi sedikit demi sedikit besaran subsidi itu. Ini harusnya bisa jadi perhatian serius pemerintah," tandasnya.
 
Sunandar
Add a comment

Berita Lainnya