Minggu, 30 Agustus 2015

Ekonomi & UKM

KESDM dan Pemkot Surabaya Bersepakat Kembangkan Energi Baru Terbarukan

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk pengembangan energi baru terbarukan.
 
Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan, Kementerian ESDM dan Pemkot Surabaya telah bersepakat menjadikan Surabaya sebagai "pilot project green city" dengan percepatan energi baru terbarukan (EBT), energi matahari, percepatan gasifikasi kota, dan biomassa. 
 
"Dalam 3 tahun ke depan, kami bersepakat untuk mengembangkan EBT, menjadi energi yang bersih," ujar Sudirman, usai menerima kunjungan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5).
 
Wali Kota Surabaya, Rismaharini mengatakan, Pemkot Surabaya terbuka untuk siapa guna mengembangkan dan memanfaatkan energi baru terbarukan. 
 
"Program pengembangan EBT di Surabaya bisa diambil oleh siapapun," tuturnya.
 
Risma mencontohkan, pengembangan EBT melalui gasifikasi kota sudah diterapkan di kampung Lontong, dimana kampung ini seluruh warganya membuat lontong untuk kemudian dipasarkan baik di dalam maupun di luar kota Surabaya.
 
"Secara keseluruhan, Kota Surabaya terdjapat 800.000 kepala keluarga. Dan sekarang sudah ada 5.000 KK yang memanfaatkan gasifikasi kota. Dan pemanfaatan gasifikasi kota bisa menghemat 50 persen dari penggunaan gas elpiji," terangnya.
 
Sunandar
Add a comment

Bantah Faisal Basri, Hiswana Migas: Distribusi Elpiji Sesuai Regulasi yang Berlaku

  • PDF
alt
JAKAARTA, PedomanNEWS - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) terusik dengan pernyataan mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri terkait tudingan melakukan kecurangan dalam penyaluran elpiji 3 kilo gram.
 
Ketua II DPP Hiswana Migas, M. Ismet menegaskan bahwa alur distribusi elpiji yang berlaku bahwa konsumen membeli elpiji dari pangkalan, dan pangkalan membeli dari agen. Kemudian, agen membeli produk elpiji tersebut dari stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), dan SPBE membeli dari depot Pertamina atau perusahaan swasta yang ditunjuk oleh perseroan BUMN ini.
 
"Jadi kalau dikatakan oleh Faisal Basri ada sisa 5 sampai 10 persen dari isi tabung elpiji tersebut, itu dasarnya dari mana? Ini jelas tidak benar," tegas Ismet di Jakarta, Kamis (28/5).
 
Menurutnya, distribusi elpiji tersebut sudah memenuhi regulasi yang berlaku maupun kaidah-kaidah bisnis pada umumnya. 
 
"Jadi sangat sulit untuk melakukan kecurangan. Dan di kami (pengusaha SPBE) secara periode diaudit oleh auditor independen yang sudah ditunjuk Pertamina," jelasnya.
 
Selain itu, kata Ismet, pernyataan Faisal Basri tentang Pertamina maupun SPBE tidak memperbolehkan konsumen untuk menimbang isi tabung elpiji sangat tidak benar adanya. 
 
"Itu tidak benar, kalau Pertamina melarang siapapun untuk menimbang isi tabung elpiji di SPBE atau dipangkalan. Malah upaya tersebut dianjurkan oleh Pertamina. Sebab itu, sangat naif kalau Faisal Basri menuduh kami untuk melakukan hal-hal ddi luar regulasi yang berlaku," paparnya.
 
Sunandar
Add a comment

Pertamina Diduga Telah Melakukan Kecurangan dalam Distribusi Elpiji 3Kg

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Pengmata ekonomi Faisal Basri menyatakan PT Pertamina (Persero) telah melakukan kecurangan dalam penyaluran elpiji 3 kilo gram (kg). Modusnya, yaitu dengan mengurangi volume elpiji yang masuk ke tangki mobil Pertamina sebelum disalurkan ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).
 
Kecurangan tersebut, kata Faisal, dilakukan cukup lama oleh pihak Pertamina. Bahkan tidak ada pihak yang berani menimbang ulang bobot isi dari elpiji 3 kg yang telah kosong. 
 
"SPBE memperoleh elpiji dari depo Pertamina. Berapa persisnya elpiji dalam truk tangki elpiji yang dikirim ke SPBE? Hanya Pertamina yang tahu," ujar Faisal di Jakarta, Selasa (26/5).
 
Dikatakannya, pihak Pertamina turut melarang pihak SPBE mengukur ulang bobot isi elpiji 3 kg yang kosong. Padahal, dia mensinyalir setiap tabung yang kosong menyisakan sekitar 5-10 persen elpiji. 
 
Faisal menyebutkan tarif filling fee untuk SPBE saat ini Rp300 per kg. Tarif ini pun tidak pernah mengalami perubahan sejak dulu sampai sekarang. Hal ini disinyalir menjadi pemicu kecurangan penyaluran elpiji 3 kg.
 
"Oknum Pertamina dan seluruh pelaku bisnis elpiji 3 kg membagi-bagi rente dalam bentuk sisa elpiji," pungkasnya.
 
Sunandar
Add a comment

Program Swasembada Pangan Nawa Cita Jokowi Sulit Diwujudkan

  • PDF
ilustrasi
JAKARTA, PedomanNEWS - Guru Besar Institute Pertanian Bogor Dwi Andreas Santoso menyatakan target pemerintah untuk menciptakan swasembada pangan sesuai dalam Program Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo nampaknya akan sulit diwujudkan.
 
“Mohon maaf, kedaulatan pangan sampai sekarang masih wacana dan sangat indah untuk diucapkan. Dalam kenyataannya sampai sekarang masih jauh dari program-program yang dicanangkan tersebut. Ini akan menjadi sebuah problem,” ujar Andreas dalam 'diskusi Pangan Kita', di Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakpus, Senin (25/5).
 
Andreas menilai kondisi di sektor pangan Indonesia sudah memasuki masa kritis, pasalnya Ia mencatat dalam 10 tahun terakhir impor pangan dalam negeri terus meningkat hingga 346 persen sedangkan produksi pangan dalam negeri terus mengalami penurunan.
 
"Bagaimana pemerintah mau mencapai target swasembada pangan. Orang stoknya turun terus. Ini akan sulit. Awal Januari 2013 stoknya 7,4 juta ton, terus 2014 6,5 juta ton, dan pada Januari 2015 hanya 5,2 juta ton," ungkap Andreas.
 
Andreas mengatakan masalah utama yang menjadi penyebab krisis pangan ialah minimnya infrastruktur pertanian, seperti pengairan.
 
Maka dari itu ia berharap agar pemerintah bisa lebih fokus dengan pembangunan bendungan untuk mengairi sawah. Namun  pemerintah harus membangun bendungan dengan perencanaan yang matang agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
 
"Bendungan itu minim, makanya Indonesia alami krisis pangan. Tapi ingat juga kalau nanti bangun bendungan tapi airnya keluar atau tidak jadi persoalan lagi. Jadi pemerintah harus rencanakan dengan matang," tandasnya.
 
Aries Yanto
Add a comment

Hingga Lebaran, Pertamina Tak Naikan Harga BBM Non Subsidi

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menegaskan bahwa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi hingga lebaran, Juli 2015. 
 
Menurut Dwi, sejalan dengan pemerintah bahwa pertimbangan tersebut lebih memperhatikan akan daya beli masyarakat, tidak hanya mempertimbangkan untung rugi.
 
"Pemerintah saat ini sangat concern dengan daya beli masyrakat yaitu kebutuhan mendekati hari raya puasa dan lebaran," kata Dwi di Jakarta, rabu (20/5).
 
Lebih lanjut Dwi mengemukakan, kendati perseroan menunda penaikan harga BBM non subsidi, namun kinerja perseroan cukup positif. Dia berharap kinerja tersebut bertambah baik dengan diterapkannya efisiensi pada perusahaan.
 
"Sejauh ini kinerja Pertamina sampai April cukup bagus. Diharapkan dengan gerakan efisiensi, bisa menutup," tuturnya.
 
Dwi juga mengingatkan, apabila perusahaan tidak dapat menahan laju kerugian, maka perseroan akan melakukan subsidi silang guna menutupi kerugian. "Dalam sebuah korporasi itu biasa ada cross subsidi. Ada kerugian di satu produk, keuntungan di produk lain. Sementara itu untuk persaingan Pertamina dengan yang lain. Kita harus lakukan. Itu lumrah," tutupnya.
 
Sunandar
 
Add a comment

Pemerintah Minimalisir Ruang Gerak Trader Gas "Pemburu Rente"

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menegaskan, bahwa pemerintah akan meminimalisir ruang gerak trader gas berkarakter pemburu rente.
 
Penegasan ini disampaikan Sudirman di sela acara pembukaan The 39 Th IPA Convention & Exebition, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/5). Upaya tersebut, kata Sudirman merupakan pembenahan tata kelola migas di dalam negeri. Mengingat, sebagian besar pengusaha gas di Indonesia hanya bermodal kertas.
 
"Di sektor tata kelola gas, yang tidak terbaca publik, untuk meminimalkan treder gas berkarakter pemburu rente," ujar Sudirman.
 
Menurutnya, sebagian latar belakang pengusaha gas yang dikumpulkan terdapat 60 pengusaha, namun yang memiliki fasilitas penyaluran gas hanya 15 pengusaha. Sedangkan sisanya hanya bermodal kertas.
 
"Sudah dapat profil dari 60 pengusaha, hanya 15 yang memilik fasilitas gas, selebihnya patauan Kementerian ESDM adalah para saudagar modal kertas," paparnya.
 
Diakuinya, ada pihak yang tidak suka atas pembenahan tersebut. Namun, pemerintah harus melakukannya, karena penjual gas abal-abal menjadi masalah serius. "Tentu ada yang tidak suka, dnegan kebijakan trading gas adlah yang serius," pungkasnya.
 
Sunandar
Add a comment

Kerajinan Batu Akik, Kemenperin: Tingkatkan Perekonomian Nasional

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Demam batu akik dengan berbagai jenis mewabah hingga se antero Nusantara. Pasalnya, batu dengan tingkat kekerasan dan beragam motif warna serta gambar menjadi perhatian utama para kolektor maupun sekadar hobi. 
 
Suasana tersebut bisa dilihat dan dikunjungi di Kementerian Perindustrian yang tengah menyelenggarakan pameran batu akik yang diikuti sekitar 50 pengrajin dari berbagai daerah.  
 
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Euis Saedah mengatakan, pameran Demam Batu bertujuan untuk mempromosikan karya terbaik dari para design dan pengerajin unggulan kepada masyarakat luas. Selain itu, pameran ini juga untuk mendorong kerajinan batu nusantara.
 
"Pameran demam batu terslenggara atas kerjasama Direktorat Jendaral Industri Kecil Menengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan," ujar Euis dalam pembukaan pameran deman batu di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (21/4).
 
Menurutnya, Kementerian Perindustrian perlu menjembatani pengrajin batu untuk memasarkan hasil kerajinannya. Pasalnya, dengan meningkatkan kerajinan batu, perekonomian nasional dapat meningkat.
 
"Batu Mulia saat ini sangat fenomenal, tidak hanya di toko khusus tapi dipedestrian," tuturnya.
 
Dikatakannya,pameran ini akan diselanggarakan selama empat hari, mulai Selasa, 21 hingga Jumat 24 April 2015, dan dibuka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
 
Peserta yang terlibat dalam pameran tersebut sebanyak 50 pengrajin dengan menampilkan berbagai produk unggulan.
 
Antara lain jenis batu Kalimantan Kecubung, King Safir, Red Borneo. Dari Banten Balck Opal, Kalimaya dari Malulu Utara Bacan Doko, Bacan Obi, Bacan Pamela. Dari Sumatera diantaranya terdapat jenis batu Sungai Dareh, Suliki, Raflesia, Badar lumut. Aceh, Green Jade, Black Jade. Jawa Barat Pancawarna dan lain sebagainya.
 
Sunandar
Add a comment

Pekerja Berau Coal Menolak CEO Asing

  • PDF
JAKARTA, PedomanNEWS - Pekerja PT Berau Coal menolak kepemimpinan dan kepemilikan Berau Coal oleh pihak asing sebagai "sapi perahan" Asia Resources Mineral (ARM) yang melantai di bursa London.
 
Ketua Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan SPSI, Muhammad Lukman Rahim menegaskan, penolakan terhadap kontrol dan dominasi asing melalui kepemilikan dominan dan penunjukan orang asing sebagai Direktur Utama atau CEO di PT Berau Coal, yaitu Hamish Tyrwhitt.
Add a comment

Tahun Ini, Pemerintah Pastikan Tak Menaikkan Harga Elpiji 3Kg

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Tahun ini, Pemerintah Kabinet Kerja memastikan tidak akan menaikkan harga elpiji kemasan 3 kilo gram, meski harga CP Aramco mengalami kenaikan dan melemahnya nilai tukar Rupiah. 
 
"Tahun ini, Pemerintah tidak menaikkan harga elpiji 3kg," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja di Jakarta, Kamis (2/4).
 
Sementara terkait penaikan harga elpiji kemasan 12 kg, Wirat mengakui bahwa kenaikan harga CP Aramco dan pelemahan nilai tukar Rupiah yang membuat PT Pertamina (persero) menyesuaikan harga elpiji 12 kg. Adapun untuk elpiji 3 kg tidak akan ada penyesuaian harga. Pasalnya anggaran subsidi elpiji 3kg tahun ini mencukupi. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 ditetapkan subsidi sebesar Rp28,27 triliun. 
 
"Anggaran subsidi masih cukup," ujarnya.
 
Seperti diketahui, pada 1 April kemarin, Pertamina menetapkan penyesuian harga elpiji kemasan 12 kg. Perseroan menaikkan harga sebesar Rp666,67 per kg. Sehingga mulai April ini, harga elpiji menjadi Rp11.750 per kg dari sebelumnya Rp11.083 per kg. Penyesuaian harga dilakukan lantaran CP Aramco pada Maret sebesar US$ 477 per ton atau lebih tinggi dibandingkan CP Aramco di Februari kemarin yang mencapai US$ 467 per ton pada Februari lalu. Selain itu faktor melemahnya kurs Rupiah pada Maret yakni Rp13.084 dari sebelumnya Rp12.750.
 
Sunandar
Add a comment

Berita Lainnya