Selasa, 02 Juni 2015

Investasi

Sudirman Said: Progres Smelter Freeport Tak Secepat yang Diharapkan

  • PDF
JAKARTA, PedomanNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengakui, pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) PT Freeport Indonesia tidak secepat yang diharapkan. Padahal Presiden Joko Widodo meminta kajian tentang smelter Freeport disampaikan pada 15 April mendatang. 
 
"Progres pembangunan smelter bisa dikatakan tidak secepat yang diharapkan," kata Sudirman di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (8/4) malam.
Add a comment

Pertamina Mulai Investasi Blok Mahakam Pasca 2017

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan, perseroan akan mulai investasi di blok Mahakam setelah kontrak Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation berakhir pada 2017.
 
"Pada periode transisi Pertamina belum investasi. Investasi akan dilaksanakan setelah kontrak berakhir," ujar Dwi di gedung Senayan DPR RI, Jakarta, Rabu (8/4).
Add a comment

Proyek Listrik 35.000 MW Membutuhkan Anggaran Rp1.200 Triliun

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Proyek ketenagalistrikan nasional 35.000 mega watt untuk 5 tahun ke depan diperkirakan membutuhkan anggaran Rp1.200 triliun.
 
Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, pembangunan pembangkit listrik nasional tersebut dengan kapasitas rata-rata 10.000 MW per tahun maka membutuhkan anggaran Rp250 triliun.
 
"Per tahun kira Rp250 triliun. Makanya enggak mungkin PLN membangun semuanya. Maka diserahkan ke IPP (Independent Power Producer). PlN hanya bertanggung jawab 10 ribu MW sisanya 25 ribu MW adalah IPP," ujar Sofyan di Jakarta, Selasa (7/4).
 
Menurutnya, tambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW hingga 2019 memberi penghematan atau efisiensi luar biasa di bidang ketenagalistrikan nasional. Dia memperkirakan, terjadi penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cukup signifikan dengan selesainya mega proyek itu. Beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang mengonsumsi BBM akan terganti dengan terbangunnya sejumlah pembangkit listrik anyar hingga di 2019.
 
"Penggunaan BBM akan turun secara drastis. Kan penggunaan BBM Rp50-60 triliun. Nah ini kan efisien," imbuhnya.
 
Sofyan melanjutkan pembangkit listrik yang akan terbangun nantinya didominasi dengan memanfaatkan sumber energi batubara dan gas. Dua sumber energi tersebut dinilai terbilang cukup ekonomis bila dikembangkan.
 
"Dan rata-rata pembangkit ini ramah lingkungan sehingga tidak mengganggu masyarakat," pungkkasnya.
 
Sunandar
Add a comment

Dirut PLN: PPA 11.000 MW Ditandatangani Tahun Ini

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Drektur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menegaskan bahwa proyek ketenegalistrikan nasional dengan kapasitas 35.000 mega watt untuk 5 tahun ke depan, diantaranya 11.000 MW segera ditandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) pada tahun ini.
 
Hal ini disampaikan Sofyan saat menerima pengarahan dari Presiden Joko Widodo di kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (7/4). 
 
"Tadi kita sudah sampaikan bahwa 11.000 ribu MW perjanjian PPA-nya bisa ditandatangani sampai dengan akhir tahun ini," ujar Sofyan.
 
Adapun untuk tahun depan, kata Sofyan, listrik berkapasitas 10.00 MW bisa ditandatangani tahun depan. "Mudah-mudahan tahun depan bisa ditandatangani PPA-nya," tuturnya.
 
Menurutnya, sebagian besar pembangkit listrik yang akan dibangun di awal tahun ini adalah pembangkit listrik dengan kapasitas 1x1000 MW, 2x1000 MW, 2x650 MW. "Ini akan dibangun cepat," ungkapnya. 
 
Dia mencontohkan, pembangunan pembangkit listrik untuk tahun ini diantaranya di Sumatera Selatan ada 5-10 pembangkit, Jawa ada 5 sampai 7 pembangkit dengan kapasitas yang besar. "Ini bisa kami laksanakan. Karena memang betul seperti yang disampaikan pak Jokowi, peminatnya sangat banhyak,  tidak seperti yang lalu," imbuhnya.
 
Optimisme ini, lanjut Sofyan, lantaran lokasi pembangkit jauh hari sebelumnya sudah didiskusikan dan analisa oleh konsultan, sehingga tidak seperti fast track programe (FTP) tahap I yang agak cepat, tapi lokasinya belum akurat. 
 
"Tapi untuk 35.000 MW ini dengan pengalaman yang lama bisa lebih tertata dengan baik. Terencana dengan baik dan berjalan baik. Kan ini kepentingan masyarakat juga. Kalau seluruh pembangkit ini selesai, efisiensi akan didapatkan luar biasa. Penggunaan BBM akan turun secar drastis," pungkasnya.
 
Sunandar
Add a comment

Jalur Proyek Pipa Cisem Kerjasama dengan PTKAI

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andi Norsaman Sommeng mengatakan, pemenang lelang proyek pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang (Cisem) akan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (PTKAI).
 
Andi menjelaskan, pemenang lelang proyek pipa gas Cirebon-Semarang, yaitu PT Rekayasa Indonesia bersama PT Pertamina Gas (Pertagas) tengah menjajaki kerjasama tersebut.
 
"Sedang dijajaki (kerjasama), karena Pertagas sudah ada kerjasama dengan KAI, sehingga memudahkan koordinasi dan harus sewa dalam beberapa waktu ke depan," ujar Andi di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (7/4).
 
Menurutnya, proyek pipa ini menggunakan konsep open acces toll fee yang sudah ditetapkan sejak awal beauty contest, yaitu 2006. "Sudah ditetapkan, tapi sudah tergantung setelah beuaty contest sebesar 0.36 per mmbtu. Ini sudah 8 tahun yang lalu, kita tetap berpegangan pada besaran 0,36 per mmbtu," jelasnya.
 
Proyek pembangunan pipa Cirebon-Semarang sepanjang 260-270 kilo meter dengan diameter 28 inch dimenangkan oleh PT Rekaya Industri (Rekind) pada 2006. Rencanannya, pada Mei-Juni proyek tersebut akan mulai groundbreaking.
 
Adapun terkait mitra Rekind nantinya, kata Andi, pihaknya menyerahkan kepada Rekind, apakah akan kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertagas, atau Perusahaan Gas Negara (PGN).
 
"Pada 19 Maret kemarin, kami menerima surat perjanjian kerjasama antara Rekind dan Pertagas. Sudah ada MoU-nya, dan rencana gas onstream pada 2019," ungkapnya.
 
Lebih lanjut Andi mengemukakan, ada rencana Rekind dengan mitranya membentuk perusahaan baru untuk proyek tersebut. Namun, kata Andi, pembagian porsi saham akan dibicarakan b to b antara Rekin dengan mitranya.
 
"Kalau kami lebih fokus pada pembangunan proyek ini lantaran sudah telat 8 tahun," tuturnya.
 
Dikatakannya, sejak awal, rencana pembangunan proyek pipa Cirebon-Semarang menelan biaya US$170 juta. "Nilai investasi ini dipaparkan sejak awal, yakni 2006 sebesar US$170 juta dengan besaran gas 350 juta kaki kubik per hari (mmscfd)," tandasnya.
 
Sunandar
Add a comment

BPH Migas: Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang Groundbreaking Mei-Juni 2015

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andi Norsaman Sommeng mengatakan, proyek pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang mulai grounbreaking Mei-Juni 2015.
 
"Rencana Mei-Juni 2015 grounbreaking," ujar Andi di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (7/4).
 
Andi menjelaskan, proyek pembangunan pipa Cirebon-Semarang sepanjang 260-270 kilo meter dengan diameter 28 inch dimenangkan oleh PT Rekaya Industri (Rekind) dengan para pihak. 
 
"Sejak 2006, lelang proyek pembangunan pipa ini telah dimenangkan oleh Rekind," ujarnya.
 
Adapun terkait mitra Rekind nantinya, kata Andi, pihaknya menyerahkan kepada Rekind, apakah akan kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertagas, atau Perusahaan Gas Negara (PGN).
 
"Pada 19 Maret kemarin, kami menerima surat perjanjian kerjasama antara Rekind dan Pertagas. Sudah ada MoU-nya, dan rencana gas onstream pada 2019," ungkapnya.
 
Lebih lanjut Andi mengemukakan, ada rencana Rekind dengan mitranya membentuk perusahaan baru untuk proyek tersebut. Namun, kata Andi, pembagian porsi saham akan dibicarakan b to b antara Rekin dengan mitranya.
 
"Kalau kami lebih fokus pada pembangunan proyek ini lantaran sudah telat 8 tahun," tuturnya.
 
Dikatakannya, sejak awal, rencana pembangunan proyek pipa Cirebon-Semarang menelan biaya US$170 juta. "Nilai investasi ini dipaparkan sejak awal, yakni 2006 sebesar US$170 juta dengan besaran gas 350 juta kaki kubik per hari (mmscfd)," tandasnya.
 
Sunandar
Add a comment

Besok, BPH Migas Kumpulkan Pemenang Lelang Proyek Pipa Cirebon-Semarang

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Andi Norsaman Sommeng akan mengumpulkan pemenang tender proyek pembangunan ruas pipa gas bumi Cirebon-Semarang pada Selasa (7/4).
 
"Besok baru dirapatkan dengan Rekayasa Industri (Rekind) dan para pihak," ujar Andi di Jakarta, Senin (6/4).
 
Seperti diketahui, pemenang lelang proyek tersebut adalah Rekind pada 2006, PT Bakrie and Brothers (BNBR) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
 
Sunandar
Add a comment

Persada Sokka Siap Ekspansi Tower BTS di Jawa Timur

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - PT Persada Sokka Tama dalam waktu dekat akan akuisisi dan membangun tower base transceiver station (BTS) di Malang, dan Banyuwangi Jawa Timur.
 
Head of Finance Department PT Persada Sokka tama, Klaus Prasetyo mengatakan, perusahaan telah menyiapkan anggaran untuk melakukan ekspansi penyediaan jasa menara BTS bagi operator telekomunikasi dalam negeri.
 
"Dalam waktu dekat ada rencana akuisisi dan membangun tower BTS, diantaranya di Malang dan Banyuwangi," ujar Klaus kepada wartawan, Jakarta, Senin (6/4).
 
Persada Sokka Tama dan Bank Syariah Mandiri sebelumnya telah menandatangani perjanjian kredit senilai Rp500 miliar pada 27 Maret 2015.
 
Penandatanganan perjanjian kredit tersebut dilakukan di kantor Bank Syariah Mandiri antara Direktur Utama PT Persada Sokka Tama, Rahina Dewayani dan Jab Division Head of FSD dari pihak Bank Syariah Mandiri, Indra Falatehan.
 
Rahina, yang akrab disapa Ina menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang sudah dijalin selama 9 tahun. "Ini tentunya sebuah proses trust antara Persada dengan Bank Syariah Madiri," ujar Ina di kantor Bank Syariah Mandiri.
 
Sunandar
Add a comment

Usai Bertemu Presiden Jokowi, Menteri ESDM: ConocoPhillips Komitmen Investasi US$2,5 Miliar

  • PDF
alt
JAKARTA, PedomanNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan perusahaan minyak dan gas bumi asal Amerika Serikat ConocoPhillips komitmen untuk berinvestasi di dalam negeri sebesar US$2,5 miliar.  
 
"Mereka (ConocoPhillips) komitmen investasi di sini. Sejak 4 tahun terkahir mereka sudah investasi US$2,5 miliar. Dan untuk 3 sampai 4 tahun ke depan juga akan investasi sebesar US$2,5 miliar," ujar Sudirman usai mendamping Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden ConocoPhillips di Istana Negara, Jakarta, Selasa (31/3).
 
Selain berkomitmen untuk investasi di sektor industri migas, lanjut Sudirman, ConocoPhillips juga mengapresiasi perubahan di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan perubahan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.
 
"Mereka meliat sekarang vested interest berkurang drastis," tuturnya.
 
Dikatakannya, ConocoPhillips adalah salah satu perusahaan yang memiliki kontribusi besar untuk produksi migas Indonesia. "Meski produksi minyak hanya (menyumbang) 6 persen, namun dia punya produksi gas bumi yang besar," imbuhnhya.
 
Seperti diketahui, ConocoPhillips diketahui mengelola sejumlah blok Migas seperti Corridor yang terletak di Jambi dan Sumatera Selatan, serta South Jambi B di lokasi yang berdekatan.
 
Sunandar
 
Add a comment

Berita Lainnya